Dunia remaja yang penuh warna

by

Dalam memahami psikologi remaja, dibutuhkan suatu pengertian akan kebutuhan khas mereka yang berhubungan sangat erat dengan cara beradaptasi dengan lingkungan. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai seorang individu yang sedang menapaki masa pencarian diri, remaja banyak dihadapkan pada berbagai masalah psikologis dan sosiologis. Banyak tudingan yang kerap menyudutkan remaja sekarang tak lebih dari sekelompok individu yang hanya menyusahkan saja, karena berbagai masalah berbau negatif kemudian menjadi beban bagi orangtuanya.

Namun, tidak sedikit pula yang menyanjung mereka sebagai kumpulan orang yang penuh prestasi dan mampu menunjukkan sebuah eksistensi. Lepas dari berbagai tudingan positif dan negatif yang saling berlawanan, sesungguhnya remaja tetaplah merupakan potensi manusia yang sangat memerlukan pemahaman.

Dunia remaja adalah dunia yang penuh warna. Dari sekian untaian pertumbuhan dan perkembangan remaja, masa yang paling sering menjadi perhatian tentu saja adalah ketika masa pubertas itu datang. Pertumbuhan secara jasmani pastilah sangat mudah dilihat ketika terjadi ketidakseimbangan berbagai anggota badan yang seringkali didukung oleh perkembangan secara hormonal. Jenjang pertumbuhan secara jasmani tersebut dapat dipakai sebagai ciri pertumbuhan remaja di tingkat awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan masa ketika remaja mengalami fase penyesuaian diri antar-pribadi dan lingkungan sosial yang lebih luas. Sejak itulah muncul berbagai kelompok remaja yang disebut dalam berbagai istilah.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: